Jejak Diriku di Antara Cahaya dan Gelap

Lukisan abstrak ini menampilkan perpaduan warna hitam, putih, abu-abu, dan emas dengan tekstur yang kuat dan ekspresif. Goresan putih yang merupakan bekas telapak tangan memberi sentuhan yang sangat personal, menjadikan karya ini sebagai cerita tentang jejak diri, keberanian untuk hadir, dan cahaya yang tetap muncul di tengah gelap.

5/9/20261 min baca

Jejak Diriku di Antara Cahaya dan Gelap

Aku membuat lukisan ini sebagai cerita tentang jejak diriku sendiri. Warna hitam, abu-abu, dan emas terasa seperti ruang yang penuh pikiran, perasaan, dan hal-hal yang tidak selalu mudah dijelaskan. Di dalamnya ada gelap, ada gerakan, dan ada bagian-bagian yang terasa ramai.

Goresan putih pada lukisan ini adalah bekas telapak tanganku. Bagiku, itu seperti tanda bahwa aku benar-benar hadir di dalam karya ini. Bukan hanya melalui kuas dan warna, tetapi juga melalui sentuhan langsung dari diriku sendiri. Jejak tangan itu terasa seperti bukti bahwa di tengah suasana yang gelap dan tidak menentu, aku tetap meninggalkan bagian dari diriku.

Sementara warna emas muncul seperti cahaya kecil di antara hitam dan putih. Ia memberi kesan harapan, kekuatan, dan sesuatu yang tetap bersinar meskipun dikelilingi bayangan.

Karya ini bercerita tentang keberadaan, jejak, dan cahaya. Tentang bagaimana seseorang tetap bisa meninggalkan tanda dirinya, bahkan di tengah perasaan yang rumit. Kadang hidup terasa kacau, tetapi selalu ada jejak yang membuat kita ingat bahwa kita pernah berdiri, merasakan, dan bertahan.